
TRANSLAMPUNG.ID, PESIBAR
-Dua Bus angkutan sekolah milik dinas perhubungan kabupaten pesisir barat ( Pesibar) diduga mangkrak selama beberapa tahun terkakhir. Rabu, (7/9/2022).
Hal itu diketahui dari beberapa masyarakat yang turut miris dengan keadaan kedua Bus tersebut. Pasalnya meski saat ini sekolah sudah mulai bertatap muka namun Bus sekolah tersebut tidak kunjung dioperasikan.
” Sekarangkan banyak anak-anak yang bergelantungan dan naik atap saat berangkat sekolah dan saat pulang sekolah naik angkutan umum tentu bahanya bagi keselamatan mereka,” Ungkap, salah satu masyarakat, Yadin kepada translampung.id di simpang pahmung.
Saat di konfirmasi dikantornya, Kepala Dinas perhubungan (Dishub) Pesibar, Nurman Hakim berkilah dengan mengatatakan, bawasannya dia baru beberapa bulan menjabat sebagai Kadis di Dishub ini dan tidak mengetahui hal tersebut.
” Itu kan sudah lama bahkan sebelum saya menjabat, tidak ada dukungan anggaran. Kalo mau lebih jelas silahkan tanya sama Roy staff saya dia yang lebih tau,” Kilahnya, semabari menjngalkan awak media.
Sementara di lokasi yang sama staff perhubungan, Roy Rudiyanto tidak menampik jika kedua bus tersebut sudah beberapa tahun tidak dioperasikan lagi akibat Covid-19.
” Memang benar itu sudah tidak dioperasikan sejak 2020 lalu, bahkan anggaranya hanya Rp 200 ribu per-bulan itu hanya cukup untuk BBM dan sekadar buat memanaskan mesin saja. Sedangkan salah satu dari kedua mobil tersebut, ada yang sudah lama mangkrak sedangkan yang satu lagi baru tahun-tahun ini.
” Kita tidak ada anggaran untuk itu karena Covid-19 tahun kemarin. Hanya buat keliling kantor saja saat manasin mesin dan buat ganti oli tiap empat bulan tidak lebih. Jadi jika mau untuk jemput anak sekolah tidak ada alokasi dananya, tapi mudahan tahun depan bisa dianggarkan dan bisa di oprasikan kembali. ” Pungkasnya. (**)















Discussion about this post