Translampung.id, Palas – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan sejak 3 bulan terakhir tidak memiliki stok vaksin Polio.
Kelangkaan vaksin polio itu, mulai dikeluhkan para ibu-ibu yang memiliki anak dibawah lima tahun (Balita). Pemberian vaksin polio ini merupakan cara pencegahan penyakit yang sangat berbahaya yang bisa dialami oleh siapa saja. Terutama Balita, sehingga para orang tua perlu mewaspadai penyakit tersebut.
Mengutip berbagai informasi, bahwa
ada 2 jenis imunisasi polio yang wajib diberikan adalah imunisasi polio tetes atau oral polio vaccine (OPV) dan imunisasi polio suntik atau inactivated polio vaccine (IPV).
OPV menggunakan virus polio yang sudah dilemahkan dan diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. Sementara itu, IPV menggunakan virus polio yang dinonaktifkan dan diberikan melalui suntikan di lengan atas atau paha.
Vaksin polio perlu diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi baru lahir dan ketika bayi berusia 2, 3, serta 4 bulan. Jenis imunisasi polio pertama yang dianjurkan bagi bayi baru lahir adalah OPV. Untuk imunisasi berikutnya, boleh diberikan OPV kembali atau berbeda dalam bentuk IPV.
Hanya saja, setiap anak setidaknya disarankan untuk memperoleh 2 dosis IPV sebelum usia 1 tahun. Jadi wajar saja jika para ibu yang punya balita khawatir jika bayinya belum mendapat imunisasi polio
“Ya mas, ini bayi saya sudah usia 4 bulan belum mendapat vaksin Polio. Seharus sudah mendapatkan vaksin kedua jika mengikuti buku kendali posyandu,” ujar Lia salah seorang ibu yang memiliki balita ditemui disalah satu klinik di Palas, Rabu (18/5/2022).
Ditanya apa alasanya si Bayi belum mendapatkan vaksin polio? Ibu ini mengatakan bawa obat polio tidak ada disemua pelayanan Posyandu yang ada disetiap desa.
“Kalau kata bu bidanya sih, untuk vaksin polio belum dikirim obatnya dari Dinas. Makanya ibu ibu yang membawa balitanya di Posyandu ini cuman diperiksa berat badan, ditimbang dan dicek kesehatan,” kata dia. (Johan)

















Discussion about this post