Translampung.id,Kalianda – Kemajuan teknologi yang terus berkembang pada era digitalisasi saat ini, sangat mempengaruhi kemajuan yang membawa perubahan dimasyarakat untuk hal baik.
“Tetapi, jika kemajuan yang modern itu juga dapat menimbulkan hal buruk yang berujung pada konflik dimasyarakat secara luas. Sebagai contoh banyak informasi atau berita-berita Hoax (Bohong) dimedia sosial yang tidak bisa dipertanggung jawabkan sehingga berujung pada konflik pertikaian antar warga,” ujar
Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Inf. Fajar Akhirudin,S.I.P. M.Si dalam sambutanya pada kegiatan Pembinaan Komunikasi Cega Komplik di Wilayah Kodim 0421/Lamsel yang bertema, “Sinergitas Komponen Masyarakat Dalam Rangka Cega Komplik Sosial” yang berlangsung di Aula Makodim 0421/Ls, Rabu (13/4/2022).
Sehingga, dalam upaya pencegahan terjadi konflik, lanjut Fajar Akhirudi diperlukan suatu upaya komunikasi, senergritas dan bimbingan pencegahan meredam potensi konflik sosial yang terjadi dimasyarakat.
“Untuk itu, Kami dari Kodim 0421 melakukan kegiatan Binkom yang diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mencegah dan meredam potensi konflik sosial, dengan melibatkan peserta dari berbagai Elemen masyarakat diantaranya dari unsur wartawan, Karang Taruna, Ormas, LSM, dan tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ungkapnya.
Kami berharap, dengan digelarnya kegiatan ini bisa meningkatkan koordinasi yang baik antara satuan Kodim 0421/Lampung Selatan dengan komponen masyarakat.
“Taklupa juga berpesan kepada komponen masyarakat agar tidak mudah terprofokasi.Sekali lagi kami ucapan terimakasih kepada perserta yang telah hadir, semoga Bimkom ini dapat bermanfaat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Tim dari Mabesad Letkol Inf. Imir Faisal S.Sos. mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0421/Lampung Selatan beserta jajarannya atas terselenggaranya kegiatan Binkom cegah konflik sosial di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
“Rasa terima kasih juga saya haturkan kepada para Narasumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembekalan kepada para peserta,” kata dia.
Gejolak konflik, yang kerapa terjadi, ditambahkan dia terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa dan trauma psikologis.”Psikologis inilah yang sangat berakibat buruk yang dapat menimbulkan dendam, benci dan antipati sehingga menghambat terwujudnya kesejahteraan umum,” pungkasnya.(Johan)

















Discussion about this post