BANDARLAMPUNG – Usai Sekjend Gerindra Lampung, Pattimura, menyebut nama Rahmat Mirzani Djausal sebagai kader yang akan dibesut sebagai calon walikota Bandarlampung, Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Provinsi tersebut, menjawab normatif, “Masih lama itu.”
Mirza menjadi tamu podcast Lampung News TV di Kafe Daja, Jl HOS Cokroaminoto, Enggal, Jumat (11/3/22) sore.
Tapi, Mirza tidak menampik, kontestasi pilkada Bandarlampung akan melewati proses komunikasi antar parpol dan tokoh-tokoh yang maju mencalon.
“Gerindra sudah melewati proses berdemokrasi dari partai baru yang belum punya kursi, sampai sekarang sudah memiliki wakil rakyat, fraksi dan prosentase pemilih yang cukup bagus,” ulas Mantan Ketum Hipmi Lampung itu.
Seperti diketahui, saat ini di Bandarlampung, Gerindra mengantungi 7 kursi di DPRD, hanya tertinggal dari PDIP yang punya 10 kursi. Dengan komposisi itu, belum ada partai yang utuh satu perahu untuk mencalonkan kepala daerah tanpa koalisi dengan parpol lain.
“Fokus Gerindra tentu saja untuk menambah jumlah kursi. Kalau misalnya bisa utuh satu perahu (tanpa koalisi, red), tentu akan lebih teguh,” urai Sekjend Pattimura dalam bincang dengan LNTV sebelumnya bersama Ferdi Gunsan.
Mirza menjelaskan, koalisi bukan sesuatu yang secara sederhana langsung dicetuskan begitu saja. “Koalisi itu yah harus sama-sama mau. Seperti menikah begitu,” ulas dia.
Jadi, Mirza akan maju dalam kontestasi pemilihan walikota? “Gerindra selalu mendasarkan keputusan partai terutama yang berkaitan dengan masyarakat itu menggunakan riset dan survey. Kita lihat saja nanti,” kata Mirza diplomatis.
Tampak di Kafe Daja, Mirza berbincang juga dengan kader-kader Hipmi berbagai periode, wartawan-wartawan yang juga menyaksikan prosesi siniar bincang yang live di Fanpage Lampung News. Juga tampak datang mantan Sekdakot Badri Tamam. (*/dlp)


















Discussion about this post