PANARAGAN (translampung.id)– Dipertanyakan, dana hibah pendidikan pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Pemerintah Daerah Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022, diduga tidak sesuai.
Diketahui, dana hibah yang digunakan untuk biaya pendidikan terhadap 20 Mahasiswa/i di Universitas Diploma Tiga Politeknik Tunas Garuda, milik Sugar Group Company (SGC) di Kabupaten Tubaba tersebut mencapai sebesar Rp.1 Miliar.
Disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Tubaba, Nurkholis Majid. Bahwa anggaran hibah yang diberikan oleh Pemkab berdasar pengajuan Proposal dari pihak politeknik Tunas Garuda 2022 lalu yang telah dilakukan proses verifikasi dan MoU.
“Tahun 2022 kemarin benar ada hibah di Kesra untuk Tunas Garuda, nilainya itu kurang lebih Rp.1 Miliar. Namun, yang terealisasi hanya Rp.635 juta untuk 20 Mahasiswa selama 1 tahun, sementara sisanya dikembalikan ke Kas Negara,” kata Nurkholis saat di hubungi translampung.id via telepon, pada (09/03/2023).
Menurutnya, dana itu diprioritaskan untuk masyarakat Tubaba yang berprestasi baik akademik maupun non akademik, ataupun masyarakat Tubaba yang tidak mampu dengan melalui hasil seleksi yang dilaksanakan oleh Tunas Garuda. Dan untuk tahun ini rencananya ada lagi dana hibah yang sama untuk 30 Mahasiswa.
Sementara itu, Direktur Politeknik Tunas Garuda, Riansyah, saat dikonfirmasi di ruang Kepala Bagian Kesra pada (08/03/2023), justru mengungkapkan. Bahwa hibah itu sejak tahun 2022 lalu, yang besarannya Rp.95 juta untuk 20 mahasiswa selama 3 tahun atau sampai selesai.
“Adapun hibah biaya pendidikan itu untuk Tahun 2023 ini baru diusulkan, sama seperti tahun lalu kita mengusulkannya lewat proposal,” imbuhnya. (D/r)

















Discussion about this post